Locus: Kenko Reflexology, Dharmawangsa Square. Tempus: Sekitar jam 5 sore. Singkat cerita, memanjakan diri menjadi harga mati. Pilihan tepat jatuh pada jari-jari peraba yang seketika memusnahkan tabungan lelah perjalanan pulang pergi selama tiga hari dari dan ke salah satu kota satelit dari Jakarta, yaitu Bekasi.
Singkat cerita, lagi, saya disetubuhi. Jari-jari nakal yang menyihir mentah-mentah setiap lekukan. Klitoris-klitoris hasil penjelmaan yang membuat sesi pijat 60 menit ini sangat tidak termaafkan.
Teringat sebuah ungkapan lama. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Sebuah peribahasa yang niscaya tepat guna. Mengingat rasa lelah yang dengan sukses memporak porandakan segala suasana. Tentunya suasana hati yang juga termasuk di dalamnya.
Bayangkan ketika telinga mendengar setiap tawa sebagai makian. Ketika lidah mengecap setiap kata-kata manis sebagai kepalsuan. Ketika hidung mengendus setiap saran sebagai genderang permusuhan. Dan ketika mata melihat setiap ketulusan sebagai manifestasi kemunafikan. Bayangkan kehancuran, dari sebuah hati yang terlalu terbawa perasaan.
Kiranya warna merah jambu kurang pantas menjadi sebuah penggambaran. Ia merah darah, membara, menyala. Hasil dari entah berapa potongan kecil tubuh termutilasi yang berakhir di kandang anjing, tertebas pisau dapur istri berbakti pada suami. Analogi yang pada akhirnya menyelewengkan semua norma, bahwa mencintai bukan tidak mungkin berakhir memusuhi.
“Ah, cinta itu beda tipis sama benci,” gumam mulut yang berbalut putih abu-abu. Sebatang rokok di tangan, berjongkok-jongkok di belakang halaman. Hati yang marah mungkin berkata, “tahu apa kamu, kecil-kecil bajingan?” Namun pubis anak ini sudah cukup dilebati untuk mengerti. Atau setidaknya akan benar-benar mengerti, lima hingga sepuluh tahun lagi.
Ya. Cinta itu beda tipis sama benci, namun tidak lebih tipis dari angka korupsi. Seakan nyata, namun tiada. Seolah tiada, namun ia fakta. Bukankah kita sudah cukup hidup di bawah ancaman? Terlebih untuk mengetahui bahwa ada hukuman seumur hidup yang sewaktu-waktu siap dijatuhkan, perkawinan silang antara cinta dan permusuhan.
Teringat ucapan seorang teman. “Kita kadang-kadang suka lupa bahwa orang yang paling deket sama kita adalah orang yang paling sensitif,” singkat seorang raja drama berujar. Penjelasan yang membuat sebuah merk test-pack menjadi terdefinisi. Keterikatan emosional yang dilahirkan satu atau dua garis beberapa saat setelah berhubungan, yang segera akan diluapkan menjadi kabar bahagia untuk yang baru pulang kantor, atau satu bayi lagi yang cepat atau lambat berakhir di pembuangan.
Ibarat Agustus yang datang terlalu awal, cinta dan benci sedang asik bermain tarik tambang. Terikat tali penyambung emosi yang membuat satu pihak kelak harus terkalahkan. Hingga kiamat ketujuh pun takkan pernah membuat mereka jalan beriringan.
Akan tetapi, alangkah bodohnya ciptaan Tuhan, jika ia tidak tahu cara mengendalikan sebuah kepemilikan. Peduli setan dengan kursus menyetir dijamin cepat bisa dengan iklan murahan di gang-gang dan perempatan. Hati bebas dari intervensi Tuhan dan setan. Tuhannya adalah otak yang mengendalikan. Setannya adalah panca indera yang dilanda kebebasan pers, lengkap dengan simpang siurnya pemberitaan. Namun bukankah orang beriman seharusnya percaya Tuhan? Tuhan menciptakan manusia, otak menciptakan suasana hati. Analogi yang sebaiknya diimani khusus untuk hal yang satu ini.
Berarti, kuncinya ada pada pengendalian diri. Pengendalian diri berarti bicara berhati-hati. Pengendalian diri berarti mendengar sindiran cukup dengan telinga kiri. Pengendalian diri berarti mengubur setengah bagian dari ekspektasi. Pengendalian diri berarti tahu kapan berhenti untuk berekstasi.
Karena hidup bukan semata kenikmatan amphetamine. Dan hidup bukan pula sepahit kopi luwak over-priced yang ada di PI. Hidup adalah dua Korea dengan demiliterisasi. Cinta dan benci yang tidak saling mengalahkan, namun berjalan beriringan.
Sebuah PR tengah malam buta dari tiga orang sahabat yang dikerjakan terlambat :)
Rabu, 03 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
sarap!!!
BalasHapustotally mantab!!!